Sabtu, 15 Desember 2007

Kurikulum Perisai Diri

KURIKULUM

Tingkatan pesilat PERISAI DIRI dibagi dalam beberapa tingkatan yang masing-masing ditempuh dalam jangka waktu tertentu. Tingkatan tersebut adalah sebagai berikut :


Tingkat

Sabuk

Badge

Lama Pendidikan

Dasar

Dasar I







6 bulan

Dasar II







6 bulan

Calon Keluarga







6 bulan

Keluarga

Putih







6 bulan

Putih Hijau







6 bulan

Hijau







6 bulan

Hijau Biru







1 tahun

Biru (Asisten Pelatih)







2 tahun

Biru Merah (Asisten Pelatih)







2 tahun

Merah (Pelatih)







3 tahun

Merah Kuning (Pelatih)







3 tahun

Kuning (Pendekar Muda)







3 tahun

Pendekar







-


Terdapat perbedaan jenjang tingkatan pesilat PERISAI DIRI di Indonesia dengan pesilat PERISAI DIRI di negara lain. Perbedaannya terdapat pada tingkat Dasar. Untuk PERISAI DIRI di luar negeri tingkatannya adalah sebagai berikut :

Tingkat

Sabuk

Badge

Lama Pendidikan

Basic Level

White Belt







3 bulan

White Green Belt







3 bulan

Green Belt







3 bulan

Green Blue Belt







3 bulan

Blue Belt







3 bulan

Blue Red Belt







6 bulan

Calon Keluarga







6 bulan

Intermediate Level / General Level

Keluarga Putih







6 bulan

Keluarga Putih Hijau







6 bulan

Keluarga Hijau







6 bulan

Keluarga Hijau Biru







1 tahun

Trainer Level

International Assistance I







2 tahun

International Assistance II







2 tahun

International Trainer I







3 tahun

International Trainer II







3 tahun

Pendekar Level / Master

Pendekar Muda







3 tahun

Pendekar







-


Mulai tingkat dasar akan diajarkan teknik-teknik beladiri tangan kosong. Pada tingkat selanjutnya diajarkan juga teknik permainan senjata dengan senjata wajib pisau, pedang dan toya. Dengan dasar penguasaan tiga senjata wajib, pisau mewakili senjata pendek, pedang mewakili senjata sedang, dan toya mewakili senjata panjang, pesilat PERISAI DIRI dilatih untuk mampu mendayagunakan berbagai peralatan yang ada di sekitarnya untuk digunakan sebagai senjata. Teknik tersebut juga dapat digunakan untuk memainkan senjata lain, seperti celurit, trisula, abir, tombak, golok, ruyung (double stick), pentungan, kipas, payung, senapan, rantai, teken, dsb.


Intisari ilmu silat yang dikembangkan RM Soebandiman Dirdjoatmodjo terdiri dari 19 teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan anatomi tubuh manusia. Ke-19 teknik silat tersebut masing-masing mempunyai ciri khas dalam hal pengosongan, peringanan & pemberatan tubuh, gerak merampas & merusak, menangkis & mengunci, cara menghindar & mengelak, gerak melompat, cara menolak, menebang & melempar, mendorong & menebak, serangan tangan, kaki & badan, pengaturan napas, penyaluran tenaga, serta pengaturan senjata.

Nama Teknik Silat PERISAI DIRI :

1. Minangkabau

11. Satria

2. Cimande

12. Pendeta

3. Batawen

13. Lingsang

4. Bawean

14. Kuda Kuningan

5. Jawa Timuran

15. Satria Hutan

6. Burung Meliwis

16. Putri Bersedia

7. Burung Kuntul

17. Putri Berias

8. Burung Garuda

18. Putri Teratai

9. Harimau

19. Putri Sembahyang

10. Naga



Metode praktis PERISAI DIRI adalah latihan "Serang Hindar". Pada latihan ini, seorang siswa mempraktekkan teknik menyerang dan menghindar, sekaligus mematikan serangan lawan dari berbagai posisi, jarak dan kondisi saat berhadapan langsung. Sekalipun berhadapan langsung dengan lawan, kemungkinan cedera amat kecil karena setiap siswa dibekali prinsip-prinsip dasar dalam melakukan serangan dan hindaran. Resiko kecil pada metode serang hindar inilah yang melahirkan motto "Pandai Silat Tanpa Cedera". Dengan motto inilah PERISAI DIRI menyusun program pendidikan dengan memperhatikan faktor psikologis dan kurikulumnya. Teknik silat PERISAI DIRI terdiri dari lima tahapan, yakni pengenalan, pengertian, penerapan, pendalaman dan penghayatan teknik tersebut.


Pada tingkat tertentu, bagi anggota yang berminat akan diajarkan teknik olah pernafasan yang berguna baik untuk kesehatan, kebugaran, stamina, pembinaan fisik maupun untuk menunjang beladiri, misalnya gwakang, lweekang dan ginkang. Untuk menyeimbangkan gemblengan fisik, pada tingkat tertentu bagi anggota yang berminat akan diberi gemblengan mental spiritual yang dalam PERISAI DIRI dikenal dengan istilah kerohanian secara bertahap untuk memberi pengertian dan pelajaran tentang diri pribadi dan manusia pada umumnya, sehingga diharapkan tercipta pesilat yang bermental baja dan berbudi luhur, mempunyai kepercayaan diri yang kuat, berperangai lemah lembut, serta bijaksana dalam berpikir dan bertindak. Keseimbangan antara pengetahuan silat dan kerohanian akan menjadikan anggota PERISAI DIRI waspada dan mawas diri, tidak sombong, dan setiap saat sadar bahwa di atas segala-galanya ada Sang Pencipta. Keseimbangan paling luhur yakni mengabdi kepada Allah Sang Pencipta.

1 komentar:

Alfanur Rizal mengatakan...

salam bunga sepasang.,
mas tanya., referensi yang sabuk PD untuk luar negeri diambil dari mana yaa??
terima kasih :)

Antivirus Terbaru